Uje Pernah Dijuluki “Si Bajing Luncat Ganteng”

Jenazah ustaz Jeffry Al Buchori tiba di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2013) siang, untuk dishalatkan sebelum dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.

 

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebelum tenar sebagai ustaz gaul, almarhum Jeffry Al Buchori atau Uje mendapat julukan “Si Bajing Luncat Ganteng” dari rekan-rekan satu sanggarnya, Teater Kawula Muda, pimpinan Aditya Gumay, pada era 1990-an.

“Kami satu sanggar sama Uje di 1990, saat nari Bajing Luncat. Kalau tampil, dia merasa paling ganteng. Tapi, emang ganteng sih. Dia sampai dibilang Si Bajing Luncat Ganteng,” kenang Endar, salah seorang mantan teman seteater Uje, dalam wawancara di Tempat Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta Pusat, tempat jenazah Uje dimakamkan, Jumat (26/4/2013).

“Tahun 1990 saya shooting bareng Uje. Waktu itu ada yang namanya Festival Sepekan Sinetron Remaja, kami main di sinetron Sayap Patah (TVRI). Saya sendiri jadi Prasetyo, adik Uje, sama Ratu Tria,” cerita Ian Arya, teman lain Uje dari teater yang sama.

Selama membintangi Sayap Patah, Ian mengaku mengenal sisi lain Uje. “Dia orangnya tengil, lucu, ngocol. Apa yang dia mau, harus diikuti,” lanjut Ian. “Tapi, enggak tahunya, dia dapat pemeran terbaik,” timpal Endar.

Kata Ian lagi, ketika sudah terkenal sebagai ustaz, Uje tetap bersikap tak jaim (jaga image). “Kalau sama kami-kami ini, Uje orangnya enggak jaim. Dia selalu pengin main bareng, gila-gilaan. Tapi, ternyata, takut ada ibu-ibu yang kenal, jadi dia harus nyamar,” tutur Ian. “Kami biasa makan bakso bareng di trotoar, meskipun dia sudah jadi ustaz,” tambah Shinta Tania, yang juga mantan rekan seteater Uje.

Khusus Ian, ia selalu ingat pesan yang acap kali disampaikan oleh Uje ketika mereka bertemu. “Dia ajarin kami yang anak rantau untuk tidak cengeng menjalani hidup. Kalau ada teman yang seperti saya belum nikah, selalu ada pesan yang dia sampaikan. Dia peluk saya, dia bisikin, ‘Ian, cepat nikah’,” kisahnya.

Untuk Uje, yang berpulang karena kecelakaan maut di Jalan Gedung Hijau Raya, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2013) dini hari; teman-teman lamanya tersebut memanjatkan doa. “Saya benar-benar berdoa untuk sahabat saya Ustaz Jeffry, dan saya berdoa untuk keluarganya, Mbak Pipik, semoga kuat mengarungi kehidupan ke depannya,” ucap Nola Akmal, yang juga teman teaternya dulu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s