SL-PTT BERMANFAAT BAGI PETANI

SL – PTT  (Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu ) adalah tempat pendidikan non formal bagi petani dari petani, untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenali potensi, menyusun rencana usaha tani, mengatasi permasalahan, mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan kondisi sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahataninya menjadi efisien, berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan, dengan pendampingan dari penyuluh pertanian, petugas pertanian maupun dari peneliti.

 

Melalui SL – PTT ini diharapkan para petani mampu untuk mewujudkan kemandiriannya dalam mengusahakan ketahanan pangan dengan meningkatkan tanaman pangan yaitu : padi, kedelai dan jagung.

Disini para petani dibimbing secara terpadu dan kerja magang dalam pengelolaan tanaman yang baik dan benar.  Mulai dari memilih bibit unggul, menyemai, menanam dengan pola jajar legowo, merawat dengan pupuk berimbang, mengatasi dan mengendalikan hama sampai dengan memanen dan penanganan pasca panennya.  Ini semua dapat melatih petani untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil usaha tani, efisiensi biaya dengan teknologi tepat lokasi, menjaga kesehatan lingkungan tumbuh tanaman dan lingkungan hidup secara keselurahan.

Adapun Komponen Teknologi Pengelolaan Tanaman Terpadu yang di arahkan adalah :

1. Penggunaan Benih : Varietas unggul bermutu.

2. Penanaman : Tepat waktu, serentak dalam populasi optimal.

3. Pemupukan : Berimbang sesuai kebutuhan tanaman dan ketersediaan hara tanah.

4. Pengairan : Efektif, efisien sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan.

5. Perlindungan tanaman : Menggunakan prinsip dan strategi pengendalian hama terpadu.

6. Panen dan Pascapanen : Pada umur dan cara yang tepat, secara kelompok menggunakan mesin yang cocok, hasilnya di kemas dalam wadah dan disimpan di tempat yang aman.

Manfaat SL – PTT telah dirasakan langsung oleh para petani.  Secara Nasional SL – PTT telah melibatkan lebih 120 000 kelompok tani.   Khusus tahun 2009 melibatkan 80.000 kelompok tani dan menyentuh lahan padi seluas 2,050 juta ha ( 2 juta ha padi inhibrida dan 50 ribu ha padi hibrida ),  lahan jagung seluas 90 ribu ha, dan lahan kedelai seluas 100 ribu ha.  Targetnya minimal bisa meningkatkan produktivitas nasional rata-rata 0,75 ton padi per ha, 2,5 ton jagung per ha dan 0,5 ton kedelai per ha.  Dengan demikian target produksi 63,53 juta ton padi, 18 juta ton jagung dan 1,5 juta ton kedelai diharapkan dapat tercapai.  Insya Allah…..

PT Satya Jasa Caraka ….dengan membawa produk unggulannya yaitu Pupuk Organik Cair  ”Bio Super Active ” dan Decomposer ” Bio Super Active “serta Pupuk Organik Granul ” Bio Sari Alam” berperan aktif dalam mengikuti event nasional Jambore SL – PTT  2009 yang di selenggarakan di Boyolali – Jawa Tengah.  Dimana pada saat itu acara di buka oleh bapak Presiden RI dan dihadiri para kepala daerah -kepala daerah dan  Deptan menghadirkan sekitar 5000 orang terdiri dari : petani, petugas pendamping (penyuluh, PHP, PBT, Peneliti, KCD ) dari seluruh provinsi Indonesia.  Dan Menjadikan Event ini sebagai ajang yang saling menguntungkan untuk semua peserta yang terlibat di dalamnya,  selain untuk pembelajaran dan menambah pengetahuan , pengalaman dan bertukar  pikiran bagi para peserta …..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s