Untuk Bahan Bakar Nabati, Indonesia “Timur Tengah”

Untuk Bahan Bakar Nabati, Indonesia

 

Kalau negara-negara di Timur Tengah dikenal sebagai ladang minyak mentah. Indonesia juga bisa dikenal sebagai ladangnya energi alternatif, terutama bahan bakar dari sumber hayati atau lebih dikenal dengan Bahan Bakar Nabati (BBN).

“Indonesia adalah ‘timur tengah’ untuk BBN,” kata Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi bidang Teknologi Informasi, energi, dan material Unggul Priyanto, di Jakarta, kemarin.

Unggul menyebut, Indonesia merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Produksi kelapa sawit Indonesia sudah mencapai 23 juta ton per tahun dan bisa meningkat hingga 27 juta ton pada akhir tahun ini.

Ini bisa menunjang kebijakan pemerintah yang mewajibkan bahan bakar solar dicampur dengan BBN dari kelapa sawit sebanyak 10 persen.

Indonesia juga kaya akan tanaman jarak dan kemiri, dua tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai BBN. Tanaman jarak bisa diolah menjadi biodiesel.

Berbeda dengan kelapa sawit, minyak jarak bisa lebih dioptimalisasi karena tidak dikonsumsi oleh manusia.

Adapun tanaman kemiri bisa menghasilkan 10 ton minyak kasar per tahun, jika luas tanamnya mencapai 1 hektar. Jauh lebih tinggi ketimbang kelapa sawit yang hanya 6 ton per tahun. Sebanyak 88 persen minyak kasar itu bisa diolah menjadi biodiesel.

Itu cukup untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar minyak.

sumber : http://www.merdeka.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s